Enter your keyword

Jotti Karunawan Lulusan Program Doktor Teknologi Nano pertama di Indonesia

Jotti Karunawan Lulusan  Program Doktor Teknologi Nano pertama di Indonesia

Jotti Karunawan Lulusan Program Doktor Teknologi Nano pertama di Indonesia

Jumat, 14 Juli 2023 merupakan hari penting bagi Sekolah Pascasarjana ITB yang berhasil meluluskan salah satu mahasiswanya dari Program Studi Doktor Sains dan Teknologi Nano. Jotti berhasil mempertahankan disertasi berjudul “Modifikasi Struktur dan Permukaan Material Katode Li-rich Kapasitas Tinggi untuk Aplikasi Baterai Ion Litium“ dengan penguji Prof. Dr. Suprijadi (ITB), Dr. Nugraha (ITB) dan Prof. Dr. Agus Purwanto (UNS).

Putra bungsu dari dua bersaudara ini memiliki latar belakang pendidikan sarjana dari perguruan tinggi negeri di Semarang. Kemudian melanjutkan studi di Program Studi Fisika FMIPA ITB melalui beasiswa LPDP. Pendidikan Sarjana dan Magister berhasil diselesaikan Jotti dengan predikat Cum Laude. Cita-cita untuk melajutkan studi ke Program Doktor menjadi impian Jotti sejak kuliah di program sarjana. Beruntung Jotti mendapatkan bimbingan dari Prof. Dr. Ferry Iskandar yang selalu memberikan kesempatan untuk terus belajar. Selain tentunya dukungan dan doa dari orang tua.

Selama menempuh pendidikan Doktor lebih banyak dihabiskan Jotti di laboratorium melakukan riset mengenai material katode baterai ion litium yang berfokus untuk mengembangkan material katode kapasitas tinggi dan tegangan tinggi. Selain itu Jotti juga melakukan penelitian pada material katode spinel Litium nikel mangan oksida yang dikenal sebagai material katode dengan tegangan kerja tertinggi. Penelitian lainnya mengenai material katode Li-rich untuk aplikasi baterai ion litium berkapasitas tinggi. Kepandaiannya mengatur waktu dengan menjadwalkan setiap kegiatan, membuat catatan-catatan kecil tentang yang harus dikerjakan setiap hari, mengantarkan keberhasilan Jotti dalam menulis publikasi. Selama studi program doktor Jotti berhasil mempublikasikan 10 publikasi di jurnal kuartil 1 dan 2, 3 diantaranya sebagai penulis pertama. Juga berhasil mempublikasikan 3 prosiding internasional dan 1 paten dengan status submitted.

Bukan hal mudah bagi Jotti mendapatkan pencapain ini, menulis publikasi kemudian ditolak, bahkan ada salah satu tulisannya yang ditolak hingga 5 kali. Namun justru hal ini menjadi penyemangat hingga publikasinya diterima. Status publikasi yang diterima inilah membuat Jotti kecanduan dalam menulis. Hambatan lainnya ketika penelitian ini dimulai dari nol, tidak memiliki pengetahuan sebelumnya. Meskipun tanpa hasil yang menggembirakan selama berbulan-bulan, waktu yang telah dihabiskan dari subuh hingga dini hari tidak membuat patah semangat Jotti menyelesaikan penelitian yang telah dimulainya. Tidak banyak orang, terutama di Indonesia yang meneliti baterai ion litium. Dengan menggunakan alat-alat sederhana serta memperluas koneksi dan kerjasama dengan berbagai lembaga baik di dalam maupun luar negeri berhasil dilalui Jotti dengan baik.

Saat ini Jotti aktif sebagai anggota untuk Laboratorium E2M lab dibawah Prof. Ferry Iskandar dan juga anggota di MEL lab dengan bimbingan Afriyanti Sumboja, Ph.D. Selain itu Jotti juga tergabung ke divisi energy storage pada Program Kolaborasi Riset (PKR) Material MoU untuk Energi antara ITB-BRIN.

Pemilik motto hidup “Appamadena Sampadetha” atau berjuanglah dengan sungguh-sungguh ini berterimakasih pada ITB atas kesempatan memperoleh beasiswa GnGA, sehingga dapat terus berjuang untuk meraih cita. “Semoga ITB menjadi wadah untuk terus berkembangnya generasi terbaik bangsa dan menjadi solusi dari permasalahan negeri ini”, tuturnya.

Dari Jotti, kita semua belajar bahwa sejatinya jika menemukan jalan tanpa hambatan, itu mungkin tidak mengarah ke mana pun. Hambatan harus dilewati dengan kekuatan ketekunan hingga dapat mengatasi segala rintangan untuk mengarah pada tujuan.

X